Ideologi dan dasar negara kita adalah Pancasila. Pancasila terdiri dari
lima sila. Kelima sila itu adalah: Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan
yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusayawaratan perwakilan, dan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mengetahui latar
belakang atau sejarah Pancasila dijadikan ideologi atau dasar negara
coba baca teks Proklamasi berikut ini.
Sebelum tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia belum merdeka. Bangsa
Indonesia dijajah oleh bangsa lain. Banyak bangsa-bangsa lain yang
menjajah atau berkuasa di Indonesia, misalnya bangsa Belanda, Portugis,
Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsa Belanda. Padahal
sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RI
terdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya,
Majapahit, Demak, Mataram, Ternate, dan Tidore. Terhadap penjajahan
tersebut, bangsa Indonesia selalu melakukan perlawanan dalam bentuk
perjuangan bersenjata maupun politik.
Perjuangan bersenjata bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah, dalam
hal ini Belanda, sampai dengan tahun 1908 boleh dikatakan selalu
mengalami kegagalan.
Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret.
Sejak saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang
tidak terlalu lama menduduki Indonesia. Mulai tahun 1944, tentara
Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Untuk menarik simpati
bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara
Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari.
Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September
1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April
1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa
Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam
Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer
Jepang di Jawa dan Madura)
Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik
Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini
adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya
dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat dipertimbangkan bagi
kemerdekaan Indonesia.
Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan
sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Dalam sidang
pertama ini yang dibicarakan khusus mengenai calon dasar negara untuk
Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama itu, banyak anggota yang
berbicara, dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno, yang
masing-masing mengusulkan calon dasar negara untuk Indonesia merdeka.
Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang
terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1
Juni 1945, Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang
terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Lebih lanjut Bung
Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi
Trisila, yaitu:
1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan
Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong.
Selesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI
sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah
menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada
sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul
secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945.
Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta
Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil,
dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang
dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil
Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan
orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin
Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu
juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum
Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”.
Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-16 juli 1945, hasil yang dicapai
adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Sejarah berjalan terus. Pada
tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada
Sekutu, dan sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan
tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa
Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, pada
tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI
mengadakan sidang, dengan acara utama (1) mengesahkan rancangan Hukum
Dasar dengan preambulnya (Pembukaannya) dan (2) memilih Presiden dan
Wakil Presiden.
Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum
mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada
tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi
Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya.
Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea
keempat preambul, di belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus.
Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri
dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta
disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota
tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid
Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh
Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan
kesatuan, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh
Islam itu merelakan dicoretnya “dengan kewajiban menjalankan syariat
Islam bagi pemeluk-pemeluknya” di belakang kata Ketuhanan dan diganti
dengan “Yang Maha Esa”.
Adapun bunyi Pembukaan UUD1945 selengkapnya sebagai berikut:
UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN
(Preambule)
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh
sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak
sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan
pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke
depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa
dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan
kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah
Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidup-an bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadil-an sosial,
maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu
Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan
Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar
kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label ILMU PENGETAHUAN SOSIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU PENGETAHUAN SOSIAL. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 Juni 2013
Senin, 10 Juni 2013
SEJARAH: pertempuran ambarawa
Pertempuran Ambarawa
“Pertempuran
Ambarawa” diawali oleh mendaratnya tentara Sekutu di bawah pimpinan
Brigadir Jenderal Bethel di Semarang. Tentara Sekutu mendarat di
Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan kedatangan mereka adalah
untuk mengurus tawanan perang dan tentara Jepang di Jawa Tengah.
Kedatangan Sekutu semula disambut baik oleh rakyat Semarang. Bahkan,
Gubernur Jawa Tengah menawarkan bantuan bahan makanan dan
keperluan-keperluan lainnya. Pihak Sekutu pun berjanji untuk tidak
mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Bentrokan bersenjata mulai
timbul di Magelang. Bentrokan itu mulai meluas menjadi pertempuran
antara pasukan Sekutu dengan pejuang Indonesia. Penyebabnya adalah
tentara Sekutu diboncengi NICA. NICA adalah singkatan dari Netherlands
Indies Civil Administration, yaitu pemerintahan peralihan Belanda. NICA
hendak membebaskan tawanan perang
Belanda
di Magelang dan Ambarawa. Setelah diadakan perundingan antara Presiden
Sukarno dengan Brigadir Jenderal Bethel, tentara Sekutu kemudian
meninggalkan Magelang menuju Ambarawa pada tanggal 21 November 1945.
Para pejuang Indonesia yang dipimpin Letnan Kolonel M. Sarbini mengejar
pasukan Sekutu yang mundur ke Ambarawa. Di desa Jambu, pasukan Sekutu
dihadang pejuang Angkatan Muda yang dipimpin oleh Sastrodiharjo. Di desa
Ngipik, pasukan Sekutu diserang pejuang Indonesia yang dipimpin oleh
Suryosumpeno. Pada saat mundur, pasukan Sekutu mencoba menduduki dua
desa di sekitar Ambarawa. Dalam pertempuran untuk membebaskan kedua desa
tersebut, Letnan Kolonel Isdiman gugur. Letnan Kolonel Isdiman adalah
Komandan Resimen Banyumas.
Dengan
gugurnya Letnan Kolonel Isdiman, Kolonel Sudirman turun langsung ke
medan pertempuran Ambarawa. Kolonel Sudirman adalah Panglima Divisi
Banyumas. Kehadiran Kolonel Sudirman memberi semangat baru bagi pejuang
Indonesia. Pasukan Indonesia mengepung kota Ambarawa dari berbagai
jurusan. Siasat yang dipakai adalah mengadakan serangan serentak dari
berbagai jurusan pada saat yang sama. Pasukan Indonesia mendapat bantuan
dari Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, Purwokerto, Magelang, Semarang,
dan lain-lain. Pada tanggal 12 Desember 1945 pasukan Indonesia
melancarkan serangan serentak ke Ambarawa. Pada tanggal 15 Desember 1945
pasukan Sekutu berhasil dipukul mundur ke Semarang. Dalam pertempuran
di Ambarawa ini banyak pejuang yang gugur. Untuk memperingati hari
bersejarah itu, maka setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari
Infanteri. Selain itu, di Ambarawa juga didirikan sebuah monumen yang
diberi nama Palagan Ambarawa.
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Sabtu, 01 Juni 2013
IPS: Proses masuknya Islam ke Indonesia
Perkembangan Negara Tradisional Bercorak Islam di Nusantara

1. Proses Klasik serta Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
Masuknya agama dan budaya Islam ke Indonesia dipengaruhi oleh adanya hubungan perdagangan Asia kuno, yang dilakukan oleh bangsa Cina dan India, yang mendorong pedagang lainnya seperti pedagang dari Arab, Persia, Gujarat untuk ikut serta dalam hubungan perdagangan tersebut. Hal itu menyebabkan kota-kota pelabuhan yang berfungsi sebagai tempat transit ramai dikunjungi orang, sehingga dapat berkembang menjadi pusat-pusat perdagangan dunia. Dari hubungan perdagangan tersebut, mereka dapat saling mengenal budayayang dibawa oleh masing-masing pedagangyang dapat dilihat dari bahasa, barang dagangan yang dibawa maupun dari corak hidup. Untuk itu banyak pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang menetap dan menikah dengan penduduk setempat, sehingga budaya Islam dan agama Islam dapat dengan mudah disebarkan di berbagai wilayah Indonesia melalui pendekatan budaya.
2. Pembawa Agama Islam ke Indonesia
Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli tentang pembawa agama Islam di Indonesia, yaitu sebagai berikut,
a. Teori Persia
Teori Persia menjelaskan bahwa pembawa agama Islam ke
Indonesia adalah bangsa Persia yang didasarkan pada sumber bukti sejarah
berupa berita Cina yaitu adanya koloni para pedagang Islam di Tashih
yang berada di Sumatra bagian Barat.
b. Teori GujaratTeori Gujarat menjelaskan bahwa pembawa agama Islam ke Indonesia adalah bangsa Gujarat yang didasarkan pada sumber bukti sejarah dari India yaitu para pedagang Gujarat selain berdagang mereka juga menyebarkan agama Islam di sepanjang daerah pesisir pantai.
c. Teori Arab
Teori Arab menjelaskan bahwa pembawa agama Islam ke Indonesia adalah bangsa Arab yang didasarkan pada sumber bukti sejarah dari Arab yaitu adanya kesamaan gelar dan marga antara para bangsa-bangsa yang menyebarkan Islam di Nusantara dengan yang terdapat pada masyarakat Hadramaut.
3. Sumber dan Berita Masuknya Agamadab Kebudayaan Islam di Indonesia
a. Sumber dari Luar Negeri
1. Berita Arab : adanya sebutan untuk Kerajaan Sriwijaya dengan Zabaq, Zabay, atau Sribusa.
2. Berita Eropa : perjalanan Marcopolo yang pernah singgah di Kerajaan Perlak yang masyarakatnya telah memeluk agama Islam.
3. Berita India : para pedagang Gujarat menyebarkan agama Islam di sepanjang daerah pesisir pantai.
4. Berita Cina : ditemukannya perkampungan Islam di pesisir pantai utara Jawa Timur.
b. Sumber dalam Negeri
1. Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang pada nisannya terdapat tulisan Arab.
2. Makam Sultan Malikul Saleh di Sumatra Utara yng pada nisannya terdapat tulisan Arab.
3. Penemuan Batu di Lerang (dekat Gresik) yang menggunakan huruf dan bahasa Arab yang memuat tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah binti Ma'imun.
4. Faktor Penyebab Islam Cepat Berkembang di Indonesia
a. Ajarannya sederhana, mudah dimengerti dan diterima.
b. Syarat untuk masuk Islam sangat mudah, yaitu hanya dengan mengucapkan kalimat syahadat.
c. Agama Islam tidak mengenal kasta, sehingga semua orang boleh untuk memeluk agam Islam.
d. Upacara-upacara keagamaan bersifat sederhana.
e. Islam disebarkan secara damai lewat pendekatan budaya.
f. Jatuhnya Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya menyebarkan KerajaanIslam berkembang pesat.
5. Saluran Penyebaran Islam di Indonesia
a. Proses hubungan perdagangan yang dilakukan antara pedagang lokal dengan para pedagang asing.
b. Perkawinan yang dilakukan para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat dengan penduduk asli Indonesia, sehingga dapat tercipta akulturasi budaya.
c. Dakwah, yaitu melakukan ceramah di tempat-tempat ramai seperti di pasar dan masjid.
d. Mendirikan pondok pesantren yang mengajarkan agama Islam.
e. Pengobatan secara Islam dengan menggunakan doa-doa Islami.
f. Kesenian yaitu penyebaran agama Islam dengan menggunakan sarana wayang kulit, musik rebana, dan syair sebagai media penyebarannya.
6. Pengaruh Agama Islam di Indonesia
a. Bidang Pemerintahan
Ciri-ciri kerajaan yang bercorak Islam antara lain
1. Raja bergelar Sunan atau Sultan yang berperan ssebagai kepala pemerintahan dan pemimpin agama.
2. Menggunakan ajaran Islam berupa Al Qur'an dan Hadits sebagai dasar pemerintahan.
3. Menggunakan sistem dinasti yaitu secara turun-temurun.
4. Kerajaan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pengembangan agama.
b. Bidang Sosial
Masyarakat dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu,
1. Raja dan Bangsawan
Raja dan Bangsawan merupakan kelompok masyarakat atas yang disebut kkelompok elite yang memegang kekuasaan dalam pemerintahan.
2. Pemuka Agama
Pemuka Agama merupakan kelompok masyarakat menengah yang disebut kyai yang memiliki peranan sebagai pemuka agama dan pemimpin upacara-upacara keagamaan.
3. Wong Cilik (Kawula)
Wong Cilik (Kawula) merupakan kelompok masyarakat bawah yang merupakan mayoritas masyarakat yang diperintah.
c. Bidang Ekonomi
Kota-kota pelabuhan di Indonesia yang berfungsi sebagai tempat transit atau peristirahatan dapat berkembang menjadi pusat perdagangan internasional serta mulai dikenal adanya perdagangan dengan menggunakan alat tukar uang.
d. Bidang Budaya
1. Seni arsitektur berupa masjid, makam, menara, keraton, dan nisan.
2. Bahasa dan tulisan Arab.
3. Pakaian berjilbab dan baju koko.
4. Tulisan dari bahasa Arab.
5. Upacara-upacara keagamaan.
7. Hasil Akulturasi Budaya Islam dengan Budaya Indonesia
A. Seni Bangunan
1. Masjid
Memiliki ciri-ciri yaitu,
a. Atap yang berupa segitiga bertumpang yang berjumlah 3 atau 5 yang pada puncaknya dilengkapi dengan mustoko.
b. Menara yang merupakan kesatuan bangunan masjid Islam yang menjadi tambahan. Menara ini berfungsi sebagai tempat adzan.
c. Letak masjid selalu berdekatan dengan alun-alun dan istana.
d. Memiliki denah berbentuk bujur sangkar ditambah dengan lantai yang berbentuk punden berundak dan dilengkapi serambi di depan maupun di samping.
Contoh masjid yang merupakan hasil akulturasi budaya Islam dengan Indonesia adalah,
a. Masjid Demak

b. Masjid Agung Cirebon
c. Masjid Agung Banten

2. Makam
Bangunan makam ini dilengkapi dengan kijing dan cungkup atau kubah yang bertujuan untuk menghormati roh-roh orang yang dikuburkan. Kompleks bangunan makam selalu menjadi satu dengan masjid serta dikelilingi oleh tembok dan memiliki gapura.
Contoh makam-makam kuno antara lain,
a. Makam Sendang Duwur.

b. Makam Malikul Saleh.
c. Cungkup makam Putri Suwari di Leran.
d. Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim.
B. Aksara dan Seni Rupa
1. Seni Kaligrafi
Penulisan huruf Arab dalam seni kaligrafi dipadukan dengan seni Jawa sehingga huruf Arab dipadukan dengan huruf Jawa Kuno. Seni Kaligrafi digunakan sebagai hiasan pada nisan makam, dinding rumah, pintu, keramik, ukiran Jepara.
2. Seni Sastra
Seni Sastra Islam di Jawa yang muncul antara lain berupa hikayat, dongeng, dan babad yang merupakan cerita rakyat yang berisi persebaran agama Islam.
C. Filsafat dan Ajaran Islam
1. Tasawuf yang berisi ajaran dan aliran agama Islam.
2. Qalam adalah ajaran pokok agama Islam yang berisi pelajaran sekitar keesaan Tuhan yang menjadi dasar kepercayaan (iman) mutlak bagi umat Islam.
3. Fikih (Fiqh) adalah bagian pokok agama Islam yang mengtur kehidupan masyarakat Islam, baik secara lahir maupun batin.
D. Sistem Penanggalan atau Kalender
Adanya sistem penanggalan Qomariah (Islam) dengan perhitungan Jawa sehingga sering disebut kalender Islam Kejawen.
E. Seni Pertunjukan
1. Tari Seudati merupakan tarian khas Aceh. Ciri khas tarian ini adalah diiringi lagu tertentu yang berupa salawat Nabi Muhammad SAW.
2. Seni Gamelan merupakan pertunjukan musik yang dilakukan untuk pertunjukan dan hiburan.
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Senin, 29 April 2013
IPS: Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB)
Konferensi
Meja Bundar (KMB) merupakan sebuah perundingan tindak lanjut dari
semuaperundingan yang telah ada. KMB dilaksanakan pada 23 Agustus 1949
sampai 2November 1949 di Den Haag, Belanda. Perundingan ini dilakukan
untuk meredam segalabentuk kekerasan yang dilakukan oleh Belanda yang
berujung kegagalan pada pihakBelanda. KMB adalah sebuah titik terang
bagi bangsa Indonesia untuk memperolehpengakuan kedaulatan dari Belanda,
menyelesaikan sengketa antara Indonesia-Belanda,dan berusaha menjadi
negara yang merdeka dari para penjajah.

Suasana KMB
Konferensi Meja Bundar diikuti oleh perwakilan dari Indonesia, Belanda, danperwakilan badan yang mengurusi sengketa antara Indonesia-Belanda. Berikut ini paradelegasi yang hadir dalam KMB:
a. Indonesia terdiri dari Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Roem, Prof.Dr. Mr. Soepomo.
b. BFO dipimpin Sultan Hamid II dari Pontianak.
c. Belanda diwakili Mr. van Maarseveen.
d. UNCI diwakili oleh Chritchley.
Setelah melakukan perundingan cukup lama, maka diperoleh hasil dari konferensi
tersebut. Berikut merupakan hasil KMB:
a. Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
b. Pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
c. Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan kedaulatan RIS.
d. Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang dikepalai Raja Belanda.
e. Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet akan diserahkan kepada RIS.
f. Tentara Kerajaan Belanda selekas mungkin ditarik mundur, sedang TentaraKerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa paraanggotanya yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI.
Konferensi Meja Bundar memberikan dampak yang cukup menggembirakan bagibangsa Indonesia. Karena sebagian besar hasil dari KMB berpihak pada bangsa Indonesia,sehingga dampak positif pun diperoleh Indonesia. Berikut merupakan dampak dari Konferensi Meja Bundar bagi Indonesia:
a. Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.
b. Konflik dengan Belanda dapat diakhiri dan pembangunan segera dapat dimulai.
c. Irian Barat belum bisa diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat.
d. Bentuk negara serikat tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Selain dampak positif, Indonesia juga memperoleh dampak negatif, yaitu belum diakuinya Irian Barat sebagai bagian dari Indonesia. Sehingga Indonesia masih berusaha untuk memperoleh pengakuan bahwa Irian Barat merupakan bagian dari NKRI.

Suasana KMB
Konferensi Meja Bundar diikuti oleh perwakilan dari Indonesia, Belanda, danperwakilan badan yang mengurusi sengketa antara Indonesia-Belanda. Berikut ini paradelegasi yang hadir dalam KMB:
a. Indonesia terdiri dari Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Roem, Prof.Dr. Mr. Soepomo.
b. BFO dipimpin Sultan Hamid II dari Pontianak.
c. Belanda diwakili Mr. van Maarseveen.
d. UNCI diwakili oleh Chritchley.
Setelah melakukan perundingan cukup lama, maka diperoleh hasil dari konferensi
tersebut. Berikut merupakan hasil KMB:
a. Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
b. Pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
c. Masalah Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan kedaulatan RIS.
d. Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni Indonesia Belanda yang dikepalai Raja Belanda.
e. Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan beberapa korvet akan diserahkan kepada RIS.
f. Tentara Kerajaan Belanda selekas mungkin ditarik mundur, sedang TentaraKerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa paraanggotanya yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI.
Konferensi Meja Bundar memberikan dampak yang cukup menggembirakan bagibangsa Indonesia. Karena sebagian besar hasil dari KMB berpihak pada bangsa Indonesia,sehingga dampak positif pun diperoleh Indonesia. Berikut merupakan dampak dari Konferensi Meja Bundar bagi Indonesia:
a. Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.
b. Konflik dengan Belanda dapat diakhiri dan pembangunan segera dapat dimulai.
c. Irian Barat belum bisa diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat.
d. Bentuk negara serikat tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Selain dampak positif, Indonesia juga memperoleh dampak negatif, yaitu belum diakuinya Irian Barat sebagai bagian dari Indonesia. Sehingga Indonesia masih berusaha untuk memperoleh pengakuan bahwa Irian Barat merupakan bagian dari NKRI.
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Minggu, 28 April 2013
Geografi: Upaya Pelestarian Flora dan Fauna
Upaya-Upaya Pelestarian Flora dan Fauna
Beberapa jenis flora dan fauna kini semakin sulit ditemui karena banyak diburu untuk tujuan tertentu (dimakan, untuk obat, perhiasan) maupun tempat hidupnya dirusak manusia misalnya unntuk dijadikan lahan pertanian, perumahan, industri, dan sebagainya. Flora dan fauna yang jumlahnya sangat terbatas tersebut dinyatakan sebagai flora dan fauna langka. Untuk mencegah semakin punahnya flora dan fauna ini maka dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:
a. Ditetapkan tempat perlindungan bagi flora dan fauna agar perkembangbiakannya tidak terganggu. Tempat-tempat perlindungan ini berupa cagar alam bagi flora dan suaka margasatwa bagi fauna.
b. Membangun beberapa pusat rehabilitasi dan tempat-tempat penangkaran bagi hewan-hewan tertentu, seperti:
• Pusat rehabilitasi orang utan di Bohorok dan Tanjung Putting di Sumatera.
• Daerah hutan Wanariset Samboja di Kutai, Kalimantan Timur.
• Pusat rehabilitasi babi rusa dan anoa di Sulawesi.
c. Pembangunan yang berwawasan lingkungan, berarti pembangunan harus memperhatikan keseimbangan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya.
d. Menetapkan beberapa jenis binatang yang perlu dilindungi seperti: Soa-soa (biawak), Komodo, Landak Semut Irian, Kanguru Pohon, Bekantan, Orang Utan (Mawas), Kelinci liar, bajing terbang, bajing tanah, Siamang, macan Kumbang, beruang madu, macan dahan kuwuk, Pesut, ikan Duyung, gajah, tapir, badak, anoa, menjangan, banteng, kambing hutan, Sarudung, owa, Sing Puar, Peusing.
e. Melakukan usaha pelestarian hutan, antara lain:
• mencegah pencurian kayu dan penebangan hutan secara liar.
• perbaikan kondisi lingkungan hutan.
• menanam kembali di tempat tumbuhan yang pohonnya di tebang.
• sistem tebang pilih.
f. Melakukan usaha pelestarian hewan, antara lain:
• melindungi hewan dari perburuan dan pembunuhan liar.
• mengembalikan hewan piaraan ke kawasan habitatnya.
• mengawasi pengeluaran hewan ke luar negeri.
g. Melakukan usaha pelestarian biota perairan, antara lain:
• mencegah perusakan wilayah perairan.
• melarang cara-cara penangkapan yang dapat mematikan ikan dan biota lainnya, misalnya dengan bahan peledak.
• melindungi anak ikan dari gangguan dan penangkapan.
Beberapa jenis flora dan fauna kini semakin sulit ditemui karena banyak diburu untuk tujuan tertentu (dimakan, untuk obat, perhiasan) maupun tempat hidupnya dirusak manusia misalnya unntuk dijadikan lahan pertanian, perumahan, industri, dan sebagainya. Flora dan fauna yang jumlahnya sangat terbatas tersebut dinyatakan sebagai flora dan fauna langka. Untuk mencegah semakin punahnya flora dan fauna ini maka dilakukan upaya-upaya sebagai berikut:
a. Ditetapkan tempat perlindungan bagi flora dan fauna agar perkembangbiakannya tidak terganggu. Tempat-tempat perlindungan ini berupa cagar alam bagi flora dan suaka margasatwa bagi fauna.
b. Membangun beberapa pusat rehabilitasi dan tempat-tempat penangkaran bagi hewan-hewan tertentu, seperti:
• Pusat rehabilitasi orang utan di Bohorok dan Tanjung Putting di Sumatera.
• Daerah hutan Wanariset Samboja di Kutai, Kalimantan Timur.
• Pusat rehabilitasi babi rusa dan anoa di Sulawesi.
c. Pembangunan yang berwawasan lingkungan, berarti pembangunan harus memperhatikan keseimbangan yang sehat antara manusia dengan lingkungannya.
d. Menetapkan beberapa jenis binatang yang perlu dilindungi seperti: Soa-soa (biawak), Komodo, Landak Semut Irian, Kanguru Pohon, Bekantan, Orang Utan (Mawas), Kelinci liar, bajing terbang, bajing tanah, Siamang, macan Kumbang, beruang madu, macan dahan kuwuk, Pesut, ikan Duyung, gajah, tapir, badak, anoa, menjangan, banteng, kambing hutan, Sarudung, owa, Sing Puar, Peusing.
e. Melakukan usaha pelestarian hutan, antara lain:
• mencegah pencurian kayu dan penebangan hutan secara liar.
• perbaikan kondisi lingkungan hutan.
• menanam kembali di tempat tumbuhan yang pohonnya di tebang.
• sistem tebang pilih.
f. Melakukan usaha pelestarian hewan, antara lain:
• melindungi hewan dari perburuan dan pembunuhan liar.
• mengembalikan hewan piaraan ke kawasan habitatnya.
• mengawasi pengeluaran hewan ke luar negeri.
g. Melakukan usaha pelestarian biota perairan, antara lain:
• mencegah perusakan wilayah perairan.
• melarang cara-cara penangkapan yang dapat mematikan ikan dan biota lainnya, misalnya dengan bahan peledak.
• melindungi anak ikan dari gangguan dan penangkapan.
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Sabtu, 30 Maret 2013
IPS: Dehegemonisasi Amerika di Indonesia
Sejak pasca tragedi World Trade Center (WTC) 11 September lalu, gejolak dunia
semakin terasa. Jutaan mata terarah pada gedung kebanggaan masyarakat Amerika
Serikat (AS) dan pusat ekonomi dunia yang luluh lantak akibat serangan pesawat
komersial milik Amerika yang dibajak dan ditambrakkan ke gedung tersebut.
Tragedi ini pun ternyata berdampak luas dan menyebar ke seluruh dunia. AS yang
selama ini mampu membusungkan dada, karena kebesarannya, benar-benar seperti
ditampar tanpa mampu berbuat apa-apa. Kepongahan AS akibat kebesarannya,
terlebih pasca perang dingin dengan runtuhnya Uni Soviet, seketika itu runtuh di
mata dunia. Seluruh dunia terbelalak. AS yang selama ini dianggap paling aman
dari serangan teroris dengan ketangguhan teknologinya, ternyata tidak seperti
yang selama ini dibayangkan.
Tragedi yang menimpa AS telah membuat negara ini terbelalak dan gelap mata. Dan
untuk menutupi rasa malunya AS pun menuduh Osama Bin Laden sebagai dalang
tragedi tersebut, meski tanpa bukti yang jelas. Dan Afganistan (Thaliban) yang
dianggap melindungi incarannya pun menjadi kambing hitamnya.
Apakah hanya sampai di situ? Ternyata tidak! Dampak yang terjadi kemudian yakni
hampir semua negara yang selama ini berada di bawah hegemoni AS (utamanya yang
mayoritas muslim) pun kelimpungan. Negera-negara itu pun bimbang, antara
membela kebenaran (karena tak adanya bukti-bukti kuat ketelibatan Osama bin
Laden dalam tragedi WTC tersebut) atau kehilangan investasi.
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Tidak dapat dipungkiri, sebagai negara yang
berpenduduk muslim terbesar di dunia, rakyat Indonesia pun tergetar hatinya.
Serangan yang dilancarkan AS terhadap Afganistan, tanpa alasan dan bukti-bukti
yang jelas dan akurat, --oleh sebagian besar masyarakat-- telah
diinterpretasikan sebagai serangan untuk menghancurkan umat Islam di Afganistan.
Beberapa organisasi Islam pun bergerak dan menuntut pemerintah mengeluarkan
pernyataan mengutuk serangan tersebut atas nama kemanusiaan. Sebab selama
serangan yang dilancarkan AS tersebut telah menewaskan puluhan bahkan ratusan
penduduk sipil, baik anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua yang tidak bersalah.
Kamp-kamp militer yang selama ini digembar-gemborkan AS sebagai sasarang
serangan ternyata hanya cerita kosong. Terbukti hanya rakyat sipil yang menjadi
korban.
Namun, apa yang terjadi kemudian adalah silang pendapat antara pemerintah
dengan keinginan arus bawah. Pemerintah sepertinya takut untuk menetukan sikap
mengutuk serangan AS tersebut. Terlebih setelah ancaman yang dikeluarkan oleh
Dubes AS yang akan menarik semua investasi pengusaha AS yang ada di Indonesia.
Sebab tidak dapat dipungkiri investasi pengusaha AS di Indonesia cukup banyak
dan jika itu terjadi, maka ekonomi Indonesia akan semakin terpuruk.
Sebenarnya pemerintah tidak perlu terlalu takut dengan ancaman AS tersebut.
Ketergantungan Indonesia kepada AS selama ini, kini saatnya diakhiri. Kenyataan
ini memang merupakan hal yang sangat pahit. Namun, sikap ini merupakan langkah
awal dari kemandirian negara yang bernama Indonesia.
Kalau kita kembali menilik kebelakang, perkembangan Indonesia serta jatuh
bangunnya pemerintahan, ternyata banyak diperankan oleh AS. Lihat saja, naik dan
jatuhnya Soekarno, beberapa hasil penelitian menyebutkan keterlibatan agen CIA
berperan penting dalam proses tersebut. Terlebih ketika itu perang dunia kedua
baru saja berakhir yang kemudian membawa pada perang dingin antara AS dan Uni
Soviet yang merasa dirinya memegang peran penting dalam memenangkan perang.
Jatuh dan naiknya presiden Soeharto pun, peran AS ternyata cukup besar, bahkan
sampai naiknya Megawati sebagai presiden yang ke- 5. Keterlibatan AS dalam jatuh
bangunnya suatu pemerintahan, bukan hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara
yang dianggap sebagai negara sedang berkembang pun mengalami hal yang sama.
Dehegemonisasi Peran Amerika: Belajar Menjadi Diri Sendiri
Peran AS di Indonesia dalam percaturan politik dan ekonomi memang sangat besar.
Namun, itu tidak berarti bahwa Indonesia harus selalu tunduk pada permainan
negara "macan ompong" ini. Pemerintah Indonesia harus menentukan sikap.
Ketergantungan ekonomi yang menyebabkan tekanan politik harus segera diakhiri.
Dan untuk itu, memang dibutuhkan kerja keras dari seluruh rakyat Indonesia,
bukan hanya "rakyat" dalam terminologi para birokrat atau elit politik.
Keinginan baik ini memang harus segera di sambut dengan baik pula. Munculnya isu
penolakan terhadap barang-barang produksi AS, sebenarnya merupakan salah satu
cara yang cukup baik untuk mengembalikan citra produksi dalam negeri. Dan pada
dasarnya, kalau mau berbicara mengenai teror, maka AS telah melakukan --meminjam
istilah Yasraf Amir Piliang- solfteror terhadap masyarakat Indonesia dan
beberapa negara lain di dunia dengan berbagai macam produknya.
Teror-teror ekonomi yang dilancarkan AS terhadap negara-negara yang dianggap
sedang berkembang, jika dicermati dengan jeli jelas begitu kejam. Negara-negara
yang dianggap inferior dibuai dengan segala macam bantuan pinjaman, sampai
negara tersebut mengalami ketergantungan yang sangat, --bahkan tidak mampu lagi
membayarnya kecuali dengan menjual negaranya--, pada AS. Dan setelah itu, yang
terjadi adalah mulainya muncul tekanan-tekanan politik yang harus menguntungkan
AS.
Untuk itulah, pemerintah Indonesia harus mulai belajar untuk tidak tergantung
kepada negara lain terlalu besar, meski interkoneksitas dan hubungan antara
negara perlu dilakukan. Sikap masyarakat yang berusaha menolak semua produk AS
di Indonesia tersebut, oleh pemerintah seharusnya tidak dipandang negatif,
bahkan sebaiknya dilihat sebagai salah satu kekuatan untuk mulai belajar
mandiri dan terlepas dari kungkungan hegemoni negara lain, utamanya dalam bentuk
ekonomi yang pada akhirnya berimbas pada berbagai bentuk tekanan politik.
Kenyataan ini, seharusnya segera disadari dan untuk itu dilakukan
langkah-langkah kongkret oleh pemerintah utamanya dalam mengantisipasi
ketergantungan terhadap bantuan (utang) luar negeri tersebut.
Berdasarkan hasil seminar yang dilakukan oleh Centre Strategic and International
Studies (CSIS), 9 Oktober lalu, disimpulkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia
diperkirakan baru akan mengalami recovery economi paling cepat tahun 2007.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi tidak dapat lagi mengandalkan investasi luar
negeri dan ekspor, terlebih pasca tragedi WTC, sebab kondisi ekonomi dalam dan
luar negeri mengalami goncangan yang cukup hebat. Akibatnya, investasi semakin
berkurang dan permintaan barang ekspor pun, menurun.
Olehnya itu, melihat kenyataan tersebut, langkah konkret yang perlu dilakukan
oleh pemerintah adalah bagaimana sesegera mungkin membangun sektor ekonomi yang
berbasis kerakyatan. Sebab hal ini telah teruji; ditengah goncangan krisis yang
menimpa Indonesia usaha-usaha sektor kecil masih dapat berdiri kokoh. Sementara,
usaha raksasa yang selama ini mengandalkan investasi besar, terhuyung-huyung dan
beberapa diantaranya pun bangkrut.
Selain itu, pemerintah juga perlu segera mengambil kebijakan struktural agar
dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri dengan cepat. Kebijakan
struktural tersebut meliputi deregulasi peraturan yang menghambat perdagangan
antar daerah, pemberantasan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dan penegakan
supremasi hukum.
Kebijakan struktural ini sangat penting dilakukan, sebab selama ini kebocoran
anggaran proyek paling banyak terjadi. Dengan memperbaiki dan memperketat
kembali sistem peraturan serta penegakan supremasi hukum, berbagai macam
kebocoran anggaran tersebut dapat terkurangi. Sehingga uang tersebut dapat
digunakan sesuai dengan porsinya.
Langkah lain yang perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan apresiasi
masyarakat terhadap barang-barang produksi dalam negeri. Hal perlu dilakukan,
sebab selama ini pemerintah tidak terlalu memperdulikannya. Apresiasi masyarakat
selama ini terhadap produk Indonesia, terlihat negatif. Masyarakat akan sangat
gembira bila ia memiliki barang dari luar negeri meskipun itu sebenarnya buatan
Indonesia yang dijual atau dimodifikasi ulang di luar negeri.
Untuk itulah dengan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk dalam
negeri, maka secara tidak langsung akan dapat meningkatkan daya beli dan
konsumsi masyarakat akan produk Indonesia. Dan ini jelas akan berimbas pada
pertumbuhan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih maju. Sebab, meningkatnya
daya beli masyarakat akan produksi dalam negeri, merupakan tulang punggung bagi
pertumbuhan ekonomi Indonesia, saat ini dan di masa depan. Maka isu penolakan
semua produk AS di Indonesia merupakan salah satu trik atau upaya untuk lebih
mencintai produk dalam negeri.
Saatnya memang pemerintah harus bekerja keras. Mengurangi, atau terlebih
menghilangkan invasi hegemoni kekuatan ekonomi AS atau pun negara lain ke dalam
negeri, memang merupakan pekerjaan sulit. Namun, itu perlu dilakukan, sebab
Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Sehingga, nantinya rakyat akan
berbangga memiliki negara yang bernama Indonesia, yang tidak atau terlalu
tergantung pada negara lain dan mampu secara maksimal memproduksi kebutuhannya
sendiri, serta memiliki generasi yang di kepalanya tidak lagi memiliki utang
warisan nenek moyangnya yang korup.
Indonesia, harus menjadi negara yang berdaulat sepenuhnya. Dan kini, saatnya
rakyat Indonesia -sekali lagi bukan dalam kepala orang-orang yang selama ini
memanfaatkan kata rakyat untuk kepentingannya sendiri--, harus belajar menjadi
sendiri. Sebab itulah yang pantas dibanggakan di depan bangsa atau pun negara
lain.
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Minggu, 24 Maret 2013
Sejarah Kota Bandung
Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java
(bahasa Belanda) atau “Paris dari Jawa”. Karena terletak di dataran
tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini
menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata. Sedangkan
keberadaan perguruan tinggi negeri dan banyak perguruan tinggi swasta di
Bandung membuat kota ini dikenal sebagai salah satu kota pelajar di
Indonesia.

Bendera
yang digunakan oleh Kota Bandung adalah berdasarkan Surat Keputusan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara Kota Besar Bandung tanggal 8
Juni 1953, Nomor 9938/53.
Bentuk bendera tersebut adalah seperti yang tercantum pada diktum Keputusan tersebut di atas sebagai berikut:
Kota Bandung terletak di ketinggian ±768 m di atas permukaan laut rata-rata (mean sea level). Daerah utara Kota Bandung pada umumnya lebih tinggi daripada daerah selatan. Rata-rata ketinggian di sebelah utara adalah ±1050 dpl, sedangkan di bagian selatan adalah ±675 dpl. Bandung dikelilingi oleh pegunungan yang membuat Bandung menjadi semacam cekungan (Bandung Basin).
Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.
Jalan Asia-Afrika. Di jalan ini terdapat gedung tempat berlangsungnya konferensi Asia-Afrika tahun 1955
Bandung dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berasitektur Belanda, antara lain:
Jika di Jakarta dibangun jalur Bus Way, di Bandung akan dibangun jalur TMB (Trans Metro Bandung). Jalur khusus bus itu akan melayani bus khusus dengan jurusan Cibiru-Cibeureum. TMB akan melintasi jalan Soekarna-Hatta dari ujung timur (Cibiru) ke ujung barat (Cibeureum) kota Bandung.
Bandung dapat pula di capai melalui jalan tol Padaleunyi yang menghubungkan Padalarang, Cimahi, Bandung sebelah selatan, dan Cileunyi. Selanjutnya, jalan tol yang menghubungkan Padalarang dan Purwakarta (Cipularang: Cikampek-Purwakarta-Padalarang) sudah dibangun. Jalan tol Cipularang digabungkan dengan Padaleunyi dan dinamai Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Jalan tersebut mempersingkat perjalanan antara Jakarta dan Bandung. Dengan adanya jalur ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 1,5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasir Koja juga sedang dipertimbangkan untuk dibangun.
Etimologi
Kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga.Namun bagi orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua buah perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh bupati R.A. Wiranatakusumah II untuk melayari sungai Citarum dalam mencari tempat sebagai ibukota yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama yakni bernama Dayeuhkolot.Bendera
Bentuk bendera tersebut adalah seperti yang tercantum pada diktum Keputusan tersebut di atas sebagai berikut:
- Bendera yang dipergunakan oleh Kota Besar Bandung adalah tiga bidang jalur mendatar, masing-masing berturut-turut dari atas ke bawah berwarna hijau, kuning, dan biru.
- Perbandingan-perbandingan antara lebarnya dan jalur-jalur tersebut di bawah huruf ‘a’ urutan dari atas ke bawah adalah 2:1:1.
- Perbandingan antara panjang dan lebarnya berbeda itu 7:5.
Sejarah
- 1488 – Bandung didirikan sebagai bagian dari Kerajaan Pajajaran.
- 1799 – VOC mengalami kebangkrutan sehingga wilayah kekuasaannya di Nusantara diambilalih oleh pemerintah Belanda. Saat itu Bandung dipimpin oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II.
- 1808 – Belanda mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Nusantara setelah ditinggalkan VOC.
- 1809 – Bupati memerintahkan pemindahan ibu kota dari Karapyak ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjungsari).
- 1810 – Daendels menancapkan tongkat di pinggir sungai Cikapundung yang berseberangan dengan alun-alun sekarang. “Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!”). Sekarang tempat itu menjadi titik pusat atau KM 0 kota Bandung.
- 25 Mei 1810 – Daendels meminta bupati Bandung dan Parakanmuncang memindahkan ibukota ke wilayah tersebut.
- 25 September 1810 – Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut 25 September dijadikan sebagai hari jadi kota Bandung dan R.A. Wiranatakusumah sebagai the founding father. Sekarang nama tersebut diabadikan menggantikan jalan Cipaganti, di mana wilayah ini menjadi rumah tinggal bupati sewaktu ibu kota berpindah ke alun-alun sekarang.
- 24 Maret 1946 – Pembumihangusan Bandung oleh para pejuang kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan ‘Bandung Lautan Api’ dan diabadikan dalam lagu “Halo-Halo Bandung”.
- 1955 – Konferensi Asia-Afrika diadakan pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama “Concordia” yang berlokasi di Jl. Asia Afrika, berseberangan dengan hotel Savoy Homann.
- 2005 – KTT Asia-Afrika 2005
- Pada tahun 2006 Bandung mendapatkan predikat kota terkotor dari pemerintah, hal ini bertalian erat dengan status darurat sampah yang sempat terjadi di Bandung pada tahun tersebut.
Geografi
Bandung terletak di koordinat 107° BT dan 6° 55’ LS. Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektare. Kota ini secara geografis terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya.Kota Bandung terletak di ketinggian ±768 m di atas permukaan laut rata-rata (mean sea level). Daerah utara Kota Bandung pada umumnya lebih tinggi daripada daerah selatan. Rata-rata ketinggian di sebelah utara adalah ±1050 dpl, sedangkan di bagian selatan adalah ±675 dpl. Bandung dikelilingi oleh pegunungan yang membuat Bandung menjadi semacam cekungan (Bandung Basin).
Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir.
Tempat yang sering dikunjungi
Jalan Asia-Afrika
- Gedung Sate, kini berfungsi sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat;
- Hotel Savoy Homann;
- Gedung Dwi Warna;
- Gedung SMA Negeri 2 Bandung;
- Gedung SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 3 Kota Bandung;
- Gedung SMP Negeri 5 Bandung;
- Gedung SMA Negeri 8 Bandung;
- Gedung Bala Keselamatan;
- Gedung SMP Negeri 2 Bandung;
- Gedung SMA PASUNDAN 2 CIMAHI;
- Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung;
- Gedung Merdeka dan Museum Asia-Afrika, tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955;
- Gedung Pakuan, kini menjadi tempat tinggal resmi Gubernur Jawa Barat;
- Monumen Bandung Lautan Api, tempat peringatan Bandung Lautan Api;
- Gedung Indonesia Menggugat, tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda;
- Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan;
- Museum Geologi Bandung;
- Museum Wangsit Mandala Siliwangi;
- Institut Teknologi Bandung;
- Villa Isola, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI);
- Stasiun Hall, stasiun kereta api;
- beberapa bangunan lama di jalan Braga;
- Kebun Binatang Bandung;
- Observatorium Bosscha, di Lembang;
- pusat perbelanjaan Cihampelas dan Cibaduyut;
- Lembang, daerah sejuk di Bandung Utara.
- wisata kuliner di daerah Bandung Utara dan Lembang;
- wisata alam di daerah Bandung Selatan, Bandung Utara, dan Lembang;
- wisata alam permandian air panas di Maribaya;
- wisata budaya Saung Angklung Udjo Padasuka 118 Saung Angklung Udjo;
- wisata alam di kawah gunung Tangkuban Perahu.
Pusat Perbelanjaan
Berikut ini adalah daftar pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat:- Braga City Walk (Braga)
- Braga 21 (bioskop)
- Bandung Electronic Mall (Naripan)
- Pusat jual beli telepon seluler
- Pusat jual beli komputer dan elektronik
- Bandung Indah Plaza (Merdeka)
- Empire 21 (bioskop)
- Hypermart (swalayan)
- Bandung Supermall (Gatot Subroto)
- BSM 21 (bioskop)
- Metro (dept. store)
- Pizza Hut’s (restoran)
- Bandung Trade Center(Terusan Pasteur)
- BTC XXI (bioskop)
- KFC (restoran)
- Bandung Trade Mall (Kiaracondong)
- Carrefour Kiaracondong (Kiaracondong)
- Carrefour (swalayan)
- KFC (restoran)
- Pizza Hut’s (restoran)
- Cihampelas Walk (Cihampelas)
- Ciwalk XXI (bioskop)
- Premiere (bioskop)
- Yogya department store (swalayan)
- Cimahi Mall (Gandawijaya, Cimahi)
- Flamboyant Center (Sukajadi)
- Giant (swalayan)
- Gyan Plaza (Terusan Pasirkoja)
- Istana Bandung Electronic Center (Purnawarman)
- Pusat jual beli telepon seluler.
- Pusat jual beli komputer dan elektronik.
- Istana Building Commodities Center (Ahmad Yani)
- Pusat penjualan kebutuhan rumah dan bahan bangunan.
- Istana Plaza (Pasirkaliki)
- Gramedia (toko buku)
- McDonalds (restoran)
- ITC Kebon Kalapa (Pungkur)
- Jatinangor Town Square (Jatinangor)
- Kepatihan Plaza (Kepatihan)
- Yogya (swalayan)
- Kings Shopping Center 1 (Kepatihan)
- Galaxy 21 (bioskop)
- Hoka Hoka Bento
- Matahari (dept. store)
- Kings Shopping Center 2 (Kepatihan)
- Matahari (dept. store)
- M3Mall (Ahmad Yani)
- Pusat penjualan, suku cadang dan perbaikan otomotif
- Mall IITC Kopo (Kopo)
- Mall Lingkar Selatan (Peta)
- Mall Lucky Square (Kiaracondong)
- Yogya department store (swalayan)
- Metro Indah Mall (Margahayu)
- Hypermart (swalayan)
- Parahyangan Plaza (Dalem Kaum)
- Pusat distribution outlet.
- Paris van Java Mall (Sukajadi)
- Blitz Megaplex (bioskop)
- Carrefour (swalayan)
- Gramedia (toko buku)
- Sogo
- Pasar Baru Trade Center (Otista)
- Pusat barang murah
- Paskal Hypersquare (Pasirkaliki)
- Pasteur Hyperpoint (Pasteur)
- Giant (swalayan)
- Popeyes (restoran)
- Planet Dago (Dago)
- Plaza Cimahi (Cibabat, Cimahi)
- Plaza Dago (Dago)
- Plaza Pajajaran (Jatinangor)
- Premiere Plaza (Cihampelas)
- McDonalds (restoran)
- Rajawali Plaza (Rajawali)
- Riau Junction (Martadinata)
- Yogya (swalayan)
- Setrasari Plaza (Setrasari)
- Griya (swalayan)
- Hero (swalayan)
- Surapati Core (Suci)
Transportasi
Angkot dan Bis
Warga Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot daripada taksi sebagai transportasi di dalam kota. Selain itu, bus kota juga menjadi alat transportasi warga terutama di jalan-jalan besar dan untuk rute-rute yang panjang.Jika di Jakarta dibangun jalur Bus Way, di Bandung akan dibangun jalur TMB (Trans Metro Bandung). Jalur khusus bus itu akan melayani bus khusus dengan jurusan Cibiru-Cibeureum. TMB akan melintasi jalan Soekarna-Hatta dari ujung timur (Cibiru) ke ujung barat (Cibeureum) kota Bandung.
Pesawat
Bandung pun memiliki sebuah bandara internasional, yaitu Bandara Husein Sastranegara yang menghubungkan Bandung dengan kota-kota lainnya di Indonesia (Surabaya, Denpasar, Menado, Batam dan Medan) dan juga rute rute luar negeri yaitu Kuala Lumpur di Malaysia, dan Singapura.Kereta
Bandung juga mempunyai dua stasiun kereta api terbesar, yaitu- Stasiun Bandung yang setiap harinya melayani rute Bandung-Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang untuk kelas Eksekutif, Bisnis dan kereta komuter.
- Stasiun Kiaracondong untuk Kelas Ekonomi dan kereta komuter.
Infrastruktur
Prasarana jalan di kota Bandung, antara lain, Jembatan Pasupati yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung. Jembatan itu melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Pada 25 Juni 2005 jembatan ini resmi dibuka. Jembatan ini rencananya akan menjadi land mark kota Bandung yang baru.Bandung dapat pula di capai melalui jalan tol Padaleunyi yang menghubungkan Padalarang, Cimahi, Bandung sebelah selatan, dan Cileunyi. Selanjutnya, jalan tol yang menghubungkan Padalarang dan Purwakarta (Cipularang: Cikampek-Purwakarta-Padalarang) sudah dibangun. Jalan tol Cipularang digabungkan dengan Padaleunyi dan dinamai Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Jalan tersebut mempersingkat perjalanan antara Jakarta dan Bandung. Dengan adanya jalur ini, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 1,5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasir Koja juga sedang dipertimbangkan untuk dibangun.
Media
Media cetak
- Surat Kabar: Pikiran Rakyat, Galamedia, Radar Bandung, Tribun Jabar.
- Majalah: Mangle, Galura, Cupumanik, Kujang, GREY!.
- Media On Line:BeritaBeritaBandung.com Detik Bandung
Televisi
- TVRI Jawa Barat. Stasiun televisi daerah pertama di Bandung
- RCTI Bandung. Mulai 1 September 2008 kembali menayangkan acara regional Seputar Jabar yang tayang setiap Senin-Jumat, jam 06:00 wib
- STV Bandung
- Bandung TV
- Padjadjaran TV
- MQTV
- CT Channel
- Spacetoon Bandung (TV Anak)
- IMTV
Radio
Bandung memiliki puluhan radio swasta yaitu:- AUTO RADIO 88.9 FM Auto & sportainment Channel
- Ardan 105.9 FM
- Chevy 103.5 FM
- Delta 94.4 FM
- Female 96.4 FM
- Hard Rock 87.7 FM
- I-Radio Bandung 105.1 FM
- K-Lite 107.1 FM
- Maestro 92.5 FM
- Maraghita 106.7 FM
- MGT 101.1 FM
- MQ 102.7 FM
- Ninetyniners 100.00 FM
- OZ Radio 103.1 FM
- Paramuda 93.7 FM
- Prambors 98.4 FM
- PRO 2 RRI Bandung 96.00FM
- Raka 98.8 FM
- Rase 102.3FM
- SE 88.1 FM
- Trijaya 91.3 FM
- Zora 90.1
Klub olahraga
- Persib Bandung (sepak bola) yang bermain di kompetisi Super Liga (Indonesia) 2008-2009
- Pro Duta (sepak bola) yang bermain di kompetisi Divisi 1 Liga Indonesia 2008-2009
- Bandung Raya (sepak bola) yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia 2008
- Saint Prima F.C. (sepak bola) yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia 2008
- 007 F.C. (sepak bola) yang bermain di kompetisi Divisi 3 Liga Indonesia 2008
- Garuda Flexi (basket) yang bermain di kompetisi IBL
- Bandung Tectona (bola voli)
- SGS Electric (badminton)
- Scorpio (basket)
Kota Kembar
- Kota yang ingin berkerjasama dengan Bandung untuk menjadi Sister City adalah
- Suwon
- Fort Worth
- Braunschweig
- Yingko
- Luizhou
- Texas
- Bega Valley
- New South Wales
Masalah Pembangunan PLTSa di Bandung
Tahun 2009, rencananya Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage akan selesai dibangun. Tapi, pembangunan PLTSa sempat diprotes warga karena kurang menguntungkan. Namun, setelah pasangan Dada Rosada dan Ayi Vivanda menang dalam Pilwalkot Bandung 2008 PLTSa tidak jadi dibangun.Makanan Khas Bandung
Bandung sebagai salah satu tempat tujuan untuk wisata kuliner. Diantara makanan yang terkenal dari Bandung adalah:- Siomay
- Batagor
- Lomie
- Mie Ceker Akung
- Cendol Elizabeth
- Surabi
- Oncom
- Goreng Tempe
- Peuyeum Bandung
- Colenak (Dicocol Enak )atau dalam bahasa Sunda sebagai “Beuleum peuyeum digulaan”.
- Brownies Kukus (Brownies Amanda)
- Cireng Isi (Terbuat dari sagu dengan bermacam isi didalamnya, seperti : keju, oncom, daging, dll)
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kamis, 07 Maret 2013
SEJARAH: REVOLUSI PERANCIS
Memorial to King Louis XVI and Queen Marie Antoinette, sculptures by Edme Gaulle and Pierre Petitot (Photo credit: Wikipedia)
Revolusi Perancis
merupakan sebuah masa peralihan politik dan sosial dalam sejarah
Perancis. Pada saat itu, kaum demokrat dan para pendukung republikanisme
bersatu menjatuhkan sistem pemerintahan monarki (kerajaan) abosolut,
yang dianggap terlalu kaku dan memberikan keistimewaan berlebih pada
keluarga kerajaan dan golongan bangsawan. Raja Louis XVI
(pemimpin negara saat itu) misalnya, bisa hidup mewah dan
menghambur-hamburkan dana kerajaan, sementara sebagian besar rakyatnya
hidup miskin. Singkat kata, rakyat menghendaki pemerintahan yang
memerhatikan hak-hak mereka. Dalam Revolusi Perancis, mereka menggunakan
slogan “Persamaan, Kebebasan, dan Persaudaraan” (Liberte, Egalite, Fraternite).
Revolusi Perancis berakhir pada November 1799 dengan dibubarkannya
monarki absolut Perancis, yang diganti dengan bentuk negara monarkis
terbatas (selanjutnya menjadi republik).
Sebuah revolusi besar yang mengubah
tatanan pemerintah dan kemasyarakatan justru terjadi Perancis. Golongan
masyarakat yang menjadi penggeraknya adalah warga kota yang berkeinginan
menggantikan peranan kaum bangsawan dan gereja dalam pemerintah maupun
perekonomian. Revolusi tersebut disebabkan oleh banyak hal yang
cakupannya cukup luas, di antaranya sebagai berikut:
Paham-paham itu muncul setelah adanya gerakan renaissance[3]
dan humanisme yang menentang kekuasan kaum Gereja di Eropa. Merupakan
paham yang menganggap bahwa pikiran merupakan sumber segala kebenaran,
sehingga segala sesuatu yang tidak masuk akal dianggap tidak benar.
Tokoh-tokoh rasionalisme dan aufklarung ini di antaranya Denis Diderot dan J.d’ Alembert dan Voltaire.
b. Munculnya Paham Romantisme
Paham romantisme merupakan paham yang
menjunjung tinggi perasaan dan menghargai naluri manusia Tokoh-tokoh
paham romantisme yang banyak berpengaruh dalam revolusi perancis adalah Jean Jacques Rousseau.
c. Pengaruh Perang Kemerdekaan Amerika (Revolusi Amerika)
Dalam perang Kemerdekaan Amerika,
Perancis membantu Amerika dengan mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh
Lafayette.mereka telah mengenal pahmpaham baru tentang kebebasan dan
demokrasi serta Declaration of Independence yang di dalamnya berisi
penghargaanya terhadap hak asasi manusia.
d. Ketidakadilan dalam Sistem Feodalisme[4]
Sistem feodalisme di Perancis membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
1) Golongan I (bangsawan)
2) Golongan II (kaum agama)
3) Golongan III (rakyat jelata)
Kaum bangsawan dan kaum agama tinggi
memiliki hak istimewa sedangkan kaum agama rendah dan rakyat jelata
tidak memiliki hak. Dengan hak-hak istimewanya, selain bebas pajak kaum
bangsawan pun dapat menarik pajak dari rakyat.
e. Pemerintahan yang Buruk
Kekuasaan tunggal raja pada masa
pemerintahannya berubah menjadi tirani yang yang memberikan kelonggaran
raja untuk bertindak sewenang-wenang
f. Adanya Kekosongan Kekuasaan (Vacuum of power)
Pada masa pemerintahan Louis XIV dan Louis XV,
rakyat takut terhadap rajanya walaupun mereka membencinya. Sedangkan
pada masa pemerintahnya Louis XVI, walaupun bersifat diktator namun
tidak memiliki wibawa, sehingga rakyat tidak takut kepadanya. Sejak Raja
Louis XIV, raja-raja Perancis suka berfoya-foya dengan wanita-wanita
cantik (madame deficit) sehingga kas Negara kosong.
Pada tahun 1789, Ketika masa pemerintahan
Louis XVI, beban negara sudah sangat tinggi. Untuk mengatasi tersebut,
satu-satunya cara adalah menarik pajak kepada kaum bangsawan. Sidang Etats Generaux
pun akhirnya digelar, tetapi terjadi kerusuhan. Hal itu disebabkan
golongan III (dari rakyat jelata) yang jumlahnya terbesar menuntut hak
suaranya dalam voting secara perorangan Sedangkan golongan I dan II
menghendaki voting dilakukan pergolongan. Dengan cara itu golongan I dan
II yang bersekongkol dapat dipastikan memenangkan suara. Pada tanggal
14 Juli 1789 rakyat Perancis menyerbu penjara Bastille
yang merupakan tempat tahanan politik penentang pemerintah raja
Perancis dan tempat gudang senjata. Penyerbuan ini disebabkan oleh
sebagai berikut:
- Rakyat mendengar desas-desus bahwa Raja Perancis mengumpulkan tentaranya di sekitar paris untuk menindas rakyat
- Rakyat membutuhkan senjata yang terdapat dalam penjara Bastille
Penyerbuan terhadap penjara Bastille
berhasil dengan baik karena, tentara yang berkumpul di Paris memihak
rakyat, penyerangan tersebut dianggap sebagai permulaan revolusi dan
diresmikan sebagai Hari Nasional Perancis. Pada tanggal 20 Juli 1789 Dewan
Nasional bersidang di lapangan tennis, akibatnya Raja memerintahkan
membubarkan Dewan Konstituante, tetapi tidak dihiraukan. Raja pun tidak
bertindak dan pasrah terhadap keadaan negerinya. Saat itulah rakyat
jelata yang berkuasa. Pimpinan rakyat yng terkenal dalam Dewan
Konstituante diantaranya, Mirabeau (bangsawan), Lafayette (bangsawan),
dan Sieyes (kaum agama).
Pada tanggal 27 Agustus 1789, Dewan Konstituante mengumumkan Hak Asasi Manusia dan Warga (Declaration des Droits de l’homme et du Citoyen)
sebagai dasar dari pemerintah baru. Pada tanggal 14 juli 1790 UUD
Perancis disahkan. Dengan demikian pemerintahan Perancis berubah menjadi
Monarki Konstituonal yang membatasi kekuasaan Raja.
Salah satu dokumen penting yang dihasilkan pada saat terjadi Revolusi Perancis adalah
“Pernyataan Hak-Hak Asasi Manusia
danWarga” Hak-hak asasi manusia yang dianggap telah dimiliki manusia dan
warga sejak lahir adalah sebagai berikut.
1) Hak atas kemerdekaan pribadi
2) Hak diperlakuan sama dengan hukum
3) Hak kebebasan bertempat tinggal
4) Hak atas milik pribadi
5) Hak atas keamanan pribadi
6) Hak untuk membela diri
7) Hak kebebasan menyatakan pendapat
8) Hak kebebasan memeluk agama.
DAMPAK REVOLUSI PERANCIS BAGI DUNIA
- Penghapusan Feodalisme
Dihapuskannya feodalisme menyebabkan tidak ada lagi golongan-golongan masyarakat dengan hak dan kewajiban yang berada.
- Berkembangnya Ide Supermasi Hukum UUD merupakan kekuasaan tertinggi.
Pada masa pemerintahan Raja Louis XVI dan
pemerintah sebelumnya. Hukum yang berlaku di Perancis diberlakukan sama
pada setiap orang dan daerah, karena adanya hak-hak istimewa dan
tradisi yang berbeda diseragamkan pada setiap orang dan daerah untuk itu
Napoleon menyusun kitab UUD yang disebut Code Civil yang kemudian
menjadi Code Napoleon.
- Munculnya Ide Pemerintahan Republik Dianggap kurang tepat karena pergantian kekuasaan secara turun temurun tidak menjamin kualitas seorang kepala negara. Oleh karena itu perlu dibentuk pemerintah republik dengan kepala negara dipilih langsung oleh rakyat.
- Berkembangnya Paham Demokrasi.
Paham ini mumcul sebagai dampak dari
pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia, terutama kebebasan dan
persaman hak antar manusia.
- Menyebarkan Paham Liberalisme.
Ketika Napoleon berkuasa, ia menjadi penyebar terbesar paham Liberalisme. Hampir
seluruh Eropa dan wilayah lain diluar Eropa berhasil ditaklukkan, Napoleon mendirikan pemerintahan yang liberal.
- Meluasnya Paham Nasionalisme.
Liberte, Egalite, Fraternite adalah
semboyan Revolusi Prancia yang artinya Kebebasan, Persamaan, dan
Persaudaraan. Semboyan ini menggambarkan semagat nasionalisme rakyat
Perancis untuk bersatu.
- Timbulnya Ide tentang Aksi Revolusioner.
Keberhasilan Revolusi Perancis dalam
menumbangkan kekuasaan Raja yang sewenang-wenang, telah menyakinkan
rakyat bahwa apabila terjadi ketidakadilan rakyat sewaktu-waktu dapat
beraksi secara revolusioner.
DAMPAK REVOLUSI PERANCIS BAGI INDONESIA
- Munculnya Paham Nasionalisme
Paham Nasionalisme berasal dari Eropa
Barat, kemudian menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-19 dan abad ke-20
merupakan paham yang penting dalam mendasari pergerakan nasional di
berbagai negara di Asia dan Afrika. Nasionalieme di Asia-Afrika,
termasuk di Indonesia disebabkan oleh penindasan yang dilakukan oleh
negara-negara imperialis Barat. Pelaksanaan politik etis telah
memberikan kesempatan pendidikan kepada penduduk bumiputra, walaupun
dalam lingkup yang terbatas. Adanya pendidikan telah mendorong munculnya
golongan baru yaitu golongan terpelajar yang menjadi pelopor pergerakan
nasional. Pada awal pergerakan nasional muncul beberapa organisasi
dengan sifat yang berbeda. Boedi Oetomo lebih bersifat organisasi
budaya, Sarikat Islam bersifat sosial ekonomi dan religius, sedangkan
Indische Partij bersifat politis. Namu ketiga organisasi tersebut
memiliki kesamaan, yaitu bersifat nasionalis yamg bertujuan untuk
mengangkat harkat dan martabat bangsanya menuju kemerdekaan kelak. Dalam
rangka merayakan Kemerdekaan Belanda ke-100 dari penjajahan Perancis
dibentuklah sebuah komite yang dikenal sebagai “Komite Bumiputera” di
Bandung. Komite ini dibentuk dengan maksud hendak mengirimkan telegram
kepada Ratu Belanda yang isinya permintaan agar dibentuk Majelis
Perwakilan Rakyat Sejati dan ketegasan adanya kebebasan berpendapat di
daerah jajahan. Salah seorang pemimpin komite ini, Soewardi Soeyaningrat
menulis sebuah sindiran yang berjudul “Als ik een Nederlander was…”
yang isinya mengajak penduduk bumiputera untuk merayakan hari
kemerdekaannya. Dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa bangsa
Indonesia sudah memendam rasa nasionalisme yang sangat dalam.
- Munculnya Paham Demokrasi
1) Pembentukan Volksraad
Pada kongres Boedi Oetomo tanggal 5 dan 6
Agustus 1915, telah ditetapkan usulan perlunya dibentuk wajib militer
bagi kalangan kaum pribumi. Selanjutnya komite Indie Weerbar
pada tanggal 23 juli 1916 telah memutuskan bahwa pembentukan kekuatan
militer baik laut maupun darat dari kalangan bumiputera mendesak agar
mempertahankan diri dari serangan yang berasal dari luar. Dwidjosewoyo
sebagai wakil Boedi Oetomo berhasil mengadakan pendekatan dengan
pemimpin-pemimpin terkemuka Belanda. Walaupun misi tidak berhasil
meloloskan usulan tentang pembentukan wajib militer, namun sebagai
gantinya pemerintah Belanda akan membentuk Volksraad yang disahkan pada bulan Desember 1916.
2) Tuntutan Indonesia Berparlemen
Parlemen merupakan suatu badan yang harus
ada pada negara yang berdasarkan asas-asas demokarasi seperti yng
diperjuangkan oleh rakyat Perancis, khususnya Montesquieu. Pada tanggal
21 Mei 1939 berhasil dibentuk badan kerja sama antar partai-partai
politik di dalam Volksraad yang disebut gabungan politik Indonesia
(GAPI) yang dipimpin oleh Mohammad Hoesni Thamrin di dalam Konferensi
pertama GAPI dengan semboyannya “Indonesia Berparlemen”. Momentum untuk
menyampaikan gagasan itu muncul ketika meletusnya Perang Dunia II pada
tanggal 20 September 1939. GAPI menyampaikan gagasannya yang dikenal
dengan ‘Manifestasi GAPI’ yang isinya antara lain mengajak Indonesia dan
Belanda untuk bekerja sama menghadapi bahaya fasisme. GAPI sendiri juga
mengadakan rapat-rapat umum yang mencapi puncaknya pada 12 Desember
1939, tidak kurang 100 tempat mengadakan rapat umum untuk
mempropagandakan seruan “Indonesia Berparlemen” kemudian dibentuklah
Comite Parlemen Indonesia untuk mempertegas sikap GAPI tersebut. Pada
bulan Agustus 1940, Negeri Belanda sudah dikuasai oleh Jerman, sementara
itu Indonesia dinyatakan dalam keadaan darurat perang. GAPI kembali
mengutarakan usulannya agar Volksraad diganti dengan parlemen sejati.
Tuntutan itu dikirim kepada Gubernur Jenderal, Volksraad, Ratu
Wilhelmina dan Kabinet Belanda yang dipindahkan ke London. Namun
perjuangan yang sangat gigih dari GAPI itu hanya ditanggapi dengan
pembentukan komisi Visman.
* dari berbagai sumber
[1] Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah
doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan
melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta,
daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Rasionalisme mempunyai kemiripan dari segi ideologi dan tujuan dengan humanisme dan atheisme,
dalam hal bahwa mereka bertujuan untuk menyediakan sebuah wahana bagi
diskursus sosial dan filsafat di luar kepercayaan keagamaan atau
takhayul. Meskipun begitu, ada perbedaan dengan kedua bentuk tersebut:
Pada pertengahan abad ke-20, ada tradisi kuat rasionalisme yang terencana, yang dipengaruhi secara besar oleh para pemikir bebas dan kaum intelektual.
Rasionalisme modern hanya mempunyai sedikit kesamaan dengan rasionalisme kontinental yang diterangkan René Descartes. Perbedaan paling jelas terlihat pada ketergantungan rasionalisme modern terhadap sains yang mengandalkan percobaan dan pengamatan, suatu hal yang ditentang rasionalisme kontinental sama sekali.
- Humanisme dipusatkan pada masyarakat manusia dan keberhasilannya. Rasionalisme tidak mengklaim bahwa manusia lebih penting daripada hewan atau elemen alamiah lainnya. Ada rasionalis-rasionalis yang dengan tegas menentang filosofi humanisme yang antroposentrik.
- Atheisme adalah suatu keadaan tanpa kepercayaan akan adanya Tuhan atau dewa-dewa; rasionalisme tidak menyatakan pernyataan apapun mengenai adanya dewa-dewi meski ia menolak kepercayaan apapun yang hanya berdasarkan iman. Meski ada pengaruh atheisme yang kuat dalam rasionalisme modern, tidak seluruh rasionalis adalah atheis.
Pada pertengahan abad ke-20, ada tradisi kuat rasionalisme yang terencana, yang dipengaruhi secara besar oleh para pemikir bebas dan kaum intelektual.
Rasionalisme modern hanya mempunyai sedikit kesamaan dengan rasionalisme kontinental yang diterangkan René Descartes. Perbedaan paling jelas terlihat pada ketergantungan rasionalisme modern terhadap sains yang mengandalkan percobaan dan pengamatan, suatu hal yang ditentang rasionalisme kontinental sama sekali.
[2]
Aufklarung adalah suatu gerakan besar di Eropa pada abad ke-18 M yang
memberi kedudukan dan kepercayaan luar biasa kepada akal budi manusia.
Gerakan ini tumbuh sejalan dengan penemuan-penemuan besar di bidang ilmu
pengetahuan alam di Italia, Jerman, Polandia, dan Inggris. Beberapa
ilmuwan yang hadir dan meramaikan ilmu pengetahuan pada masa ini, antara
lain Galileo, Kepler, Copernicus, dan Newton.
[3]
Renaissance adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya
kurang lebih pada tahun 1500. Perkataan “renaisans” berasal dari bahasa
Perancis renaissance yang artinya adalah “Lahir Kembali” atau “Kelahiran
Kembali”. Yang dimaksudkan biasanya adalah kelahiran kembali budaya
klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno. Namun zaman
sekarang hal ini bisa menyangkut segala hal.
Masa ini ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang seni, pemikiran maupun kesusastraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan. Masa Renaissance bukan suatu perpanjangan yang berkembang secara alami dari abad pertengahan, melainkan sebuah revolusi budaya, suatu reaksi terhadap kakunya pemikiran serta tradisi Abad pertengahan.
Masa ini ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang seni, pemikiran maupun kesusastraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan. Masa Renaissance bukan suatu perpanjangan yang berkembang secara alami dari abad pertengahan, melainkan sebuah revolusi budaya, suatu reaksi terhadap kakunya pemikiran serta tradisi Abad pertengahan.
[4]
Feodalisme adalah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang
dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai
wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin
lokal sebagai mitra. Dalam pengertian yang asli, struktur ini disematkan
oleh sejarawan pada sistem politik di Eropa pada Abad Pertengahan, yang
menempatkan kalangan kesatria dan kelas bangsawan lainnya (vassal)
sebagai penguasa kawasan atau hak tertentu (disebut fief atau, dalam
bahasa Latin, feodum) yang ditunjuk oleh monarki (biasanya raja atau
lord).
Istilah feodalisme sendiri dipakai sejak
abad ke-17 dan oleh pelakunya sendiri tidak pernah dipakai. Semenjak
tahun 1960-an, para sejarawan memperluas penggunaan istilah ini dengan
memasukkan pula aspek kehidupan sosial para pekerja lahan di lahan yang
dikuasai oleh tuan tanah, sehingga muncul istilah “masyarakat feodal”.
Karena penggunaan istilah feodalisme semakin lama semakin berkonotasi
negatif, oleh para pengkritiknya istilah ini sekarang dianggap tidak
membantu memperjelas keadaan dan dianjurkan untuk tidak dipakai tanpa
kualifikasi yang jelas.
Dalam penggunaan bahasa sehari-hari di
Indonesia, seringkali kata ini digunakan untuk merujuk pada
perilaku-perilaku negatif yang mirip dengan perilaku para penguasa yang
lalim, seperti ‘kolot’, ‘selalu ingin dihormati’, atau ‘bertahan pada
nilai-nilai lama yang sudah banyak ditinggalkan’. Arti ini sudah banyak
melenceng dari pengertian politiknya.
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Sabtu, 16 Februari 2013
Sejarah: Biografi Pangeran Diponogoro
1. Biografi Lengkap Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro merupakan putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Beliau lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dengan nama Mustahar dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Raden Mas Antawirya (Bahasa Jawa: Ontowiryo).
Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan hamengkubuwono III untuk mengangkatnya menjadi seorang raja menggantikan posisinya. Permintaan ayahnya ini ditolah oleh beliau mengingat ibunya bukanlah seorang permaisuri. Diponegoro pada saat itu mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Kedhaton, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.
Pangeran Diponegoro pada saat itu lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat. Sehingga beliau lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakan Diponegoro terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang pada saat itu baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danureja bersama Residen Belanda. Cara perwalian inilah yang tidak disetujui sama sekali oleh Diponegoro.
3. Riwayat Perang Pangeran Diponegoro
Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Pangeran Diponegoro di desa Tegalrejo. Pada saat itu, beliau memang sudah sangat kesal dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.
Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka ini mendapat simpati dan dukungan rakyat Indonesia. Atas permintaan dari pamannya, Pangeran Mangkubumi, Pangeran Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong. Perjuangan Pangeran Diponegoro ini didukung oleh S.I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya Bupati Gagatan.
Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden. Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830.
Pada tanggal 8 Januari 1855, Pangeran Diponegoro wafat dan dimakamkan di Makassar, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, sekitar empat kilometer sebelah utara pusat Kota Makassar.
Pangeran Diponegoro merupakan putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Beliau lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dengan nama Mustahar dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Raden Mas Antawirya (Bahasa Jawa: Ontowiryo).
Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan hamengkubuwono III untuk mengangkatnya menjadi seorang raja menggantikan posisinya. Permintaan ayahnya ini ditolah oleh beliau mengingat ibunya bukanlah seorang permaisuri. Diponegoro pada saat itu mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Kedhaton, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.
Pangeran Diponegoro pada saat itu lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat. Sehingga beliau lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakan Diponegoro terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang pada saat itu baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danureja bersama Residen Belanda. Cara perwalian inilah yang tidak disetujui sama sekali oleh Diponegoro.
3. Riwayat Perang Pangeran Diponegoro
Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Pangeran Diponegoro di desa Tegalrejo. Pada saat itu, beliau memang sudah sangat kesal dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.
Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka ini mendapat simpati dan dukungan rakyat Indonesia. Atas permintaan dari pamannya, Pangeran Mangkubumi, Pangeran Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong. Perjuangan Pangeran Diponegoro ini didukung oleh S.I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya Bupati Gagatan.
Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden. Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830.
Pada tanggal 8 Januari 1855, Pangeran Diponegoro wafat dan dimakamkan di Makassar, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, sekitar empat kilometer sebelah utara pusat Kota Makassar.
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Jumat, 15 Februari 2013
Sejarah: Peristiwa Sumpah Pemuda
atau
Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia
yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah
Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari
Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga
kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.
Kongres
Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi
Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar
dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai
wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes,
Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta
pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan
Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua :
PERTAMA
: Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang
Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku
Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA
: Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe,
Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa
Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA
: Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean,
Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa
Persatuan, Bahasa Indonesia).
Dalam
peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu
kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R.
Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun
1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang
menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat
dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda
tetap terus menyanyikannya.
Apabila
kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai banyak hal tentang Sumpah
Pemuda kita bisa menunjungi Museum Sumpah Pemuda yang berada di Gedung
Sekretariat PPI Jl. Kramat Raya 106 Jakarta Pusat. Museum ini memiliki
koleksi utama seperti biola asli milik Wage Rudolf Supratman yang
menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta foto-foto bersejarah
peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak
sejarah pergerakan pemuda-pemudi Indonesia.
Isi sumpah pemuda :
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
- Abdul Muthalib Sangadji
- Purnama Wulan
- Abdul Rachman
- Raden Soeharto
- Abu Hanifah
- Raden Soekamso
- Adnan Kapau Gani
- Ramelan
- Amir (Dienaren van Indie)
- Saerun (Keng Po)
- Anta Permana
- Sahardjo
- Anwari
- Sarbini
- Arnold Manonutu
- Sarmidi Mangunsarkoro
- Assaat
- Sartono
- Bahder Djohan
- S.M. Kartosoewirjo
- Dali
- Setiawan
- Darsa
- Sigit (Indonesische Studieclub)
- Dien Pantouw
- Siti Sundari
- Djuanda
- Sjahpuddin Latif
- Dr.Pijper
- Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
- Emma Puradiredja
- Soejono Djoenoed Poeponegoro
- Halim
- R.M. Djoko Marsaid
- Hamami
- Soekamto
- Jo Tumbuhan
- Soekmono
- Joesoepadi
- Soekowati (Volksraad)
- Jos Masdani
- Soemanang
- Kadir
- Soemarto
- Karto Menggolo
- Soenario (PAPI & INPO)
- Kasman Singodimedjo
- Soerjadi
- Koentjoro Poerbopranoto
- Soewadji Prawirohardjo
- Martakusuma
- Soewirjo
- Masmoen Rasid
- Soeworo
- Mohammad Ali Hanafiah
- Suhara
- Mohammad Nazif
- Sujono (Volksraad)
- Mohammad Roem
- Sulaeman
- Mohammad Tabrani
- Suwarni
- Mohammad Tamzil
- Tjahija
- Muhidin (Pasundan)
- Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
- Mukarno
- Wilopo
- Muwardi
- Wage Rudolf Soepratman
- Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
- Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong. - 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie
Label:
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Langganan:
Postingan (Atom)





